Majene — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAIN Majene menggelar kegiatan Digital Literacy and English Camp pada Jumat–Minggu, 24–26 Juli 2026, bertempat di Villa Azzahra Pantai Dato, Majene. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi digital sekaligus keterampilan berbahasa Inggris mahasiswa, khususnya dalam aspek berbicara dan berkomunikasi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 peserta, yang terdiri atas 49 mahasiswa PGMI Semester IV, 12 panitia mahasiswa Semester VI, sembilan dosen PGMI, serta lima instruktur Bahasa Inggris dari Kabupaten Wajo. Kelima instruktur tersebut yaitu Nirwan Purnomosidi, Syamsullah, S.Pd.I., Gr., Muhammad Lutfi Alwi, M.Pd., Muh. Syabri, M.Pd., dan Dasrianto, S.Pd., Gr.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ketua Program Studi PGMI STAIN Majene, Muhammad Idris Hasanuddin, M.Pd.I., menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Tarbiyah dan Keguruan STAIN Majene, Dr. Ahmad Muwaffaq N., S.Ag., M.Pd., yang sekaligus membuka Digital Literacy and English Camp secara resmi. Setelah sesi pembukaan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib dan mekanisme kegiatan, kemudian mengikuti seminar literasi digital, diskusi, serta praktik awal komunikasi Bahasa Inggris.
Pada hari kedua, Sabtu, 25 Juli 2026, peserta mengikuti pelatihan yang berfokus pada penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi dan media digital dalam pembelajaran, serta etika digital. Materi ini diharapkan dapat membekali mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Rangkaian English Camp juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti vocabulary building, speaking practice, group discussion, presentation practice, serta permainan edukatif berbahasa Inggris. Seluruh kegiatan dipandu oleh lima instruktur dari Kabupaten Wajo dengan pendekatan interaktif yang mendorong peserta lebih aktif, percaya diri, dan terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi komunikatif.
Memasuki hari ketiga, Minggu, 26 Juli 2026, kegiatan difokuskan pada praktik komunikasi Bahasa Inggris, aktivitas luar ruangan yang mendorong kerja sama tim, presentasi kelompok, refleksi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan sesi penutupan dan foto bersama mahasiswa, panitia, dosen, dan instruktur.
Melalui Digital Literacy and English Camp, Program Studi PGMI STAIN Majene berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguasaan literasi digital dan keterampilan Bahasa Inggris diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa PGMI dalam menjalankan perannya sebagai calon pendidik di era digital.