Majene — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAIN Majene menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya penguatan dan penyempurnaan kurikulum program studi. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan dosen, stakeholder, dan mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung di Smart Laboratorium STAIN Majene, sementara narasumber mengikuti kegiatan melalui Zoom.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Program Studi PGMI, dosen PGMI, stakeholder dari satuan pendidikan, serta mahasiswa. Workshop ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan review terhadap kurikulum yang digunakan Program Studi PGMI agar semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan pendidikan dasar, dunia kerja, serta tuntutan kompetensi lulusan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Majene, Dr. Ahmad Muawafaq, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kurikulum yang mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi.
“Kurikulum diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sehingga teknologi tersebut dapat diintegrasikan secara tepat dalam pembelajaran dan mata kuliah yang relevan,” ujarnya.
Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Majene, Ketua dan Dosen PGMI, stakeholder, serta mahasiswa mengikuti Workshop Review Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) secara hybrid di Smart Laboratorium STAIN Majene.
Workshop menghadirkan Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I., Sekretaris Umum Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) Indonesia Periode 2022–2027, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahwy Oktradiksa memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah aspek penting dalam pengembangan kurikulum OBE. Beberapa di antaranya meliputi identitas program studi, hasil tracer study, serta kebutuhan soft skill dan hard skill mahasiswa.
Menurutnya, review kurikulum perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata lulusan dan perkembangan lingkungan pendidikan. Kurikulum tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek administratif, tetapi harus mampu memastikan bahwa kompetensi yang dibangun selama proses pendidikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya memperhatikan karakteristik dan mata kuliah khas PGMI serta melakukan penyelarasan dengan berbagai kesepakatan yang telah dibahas dalam Munas PGMI tahun 2026. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam memastikan kurikulum PGMI tetap memiliki arah pengembangan yang selaras secara nasional.
Kegiatan juga melibatkan stakeholder dari satuan pendidikan, yaitu Yuni Kartika dari SD Negeri 55 Deteng-deteng, Abdul Rahman, S.Pd., S.Pd.I. dari MIN 1 Majene, serta Misbahuddin, S.Pd., M.Pd. Keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dalam proses review karena memberikan perspektif dari pengguna lulusan mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh guru pada jenjang pendidikan dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi PGMI STAIN Majene memperoleh berbagai insight dan masukan baru dalam pengembangan kurikulum, terutama dalam mempersiapkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia pendidikan, serta tuntutan kompetensi lulusan.
Review kurikulum ini juga menjadi salah satu langkah strategis Program Studi PGMI dalam mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi, sekaligus memastikan kurikulum yang diterapkan mampu mendukung pencapaian profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan secara lebih optimal.
Dengan adanya workshop ini, Program Studi PGMI STAIN Majene diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan dasar, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, soft skill, hard skill, serta literasi teknologi dan AI yang sesuai dengan tuntutan zaman.